Sunday, November 30, 2014

PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KELUARGA



Seperti menanam pohon, untuk memperoleh pohon yang bagus, tak hanya harus memilih bibit yang bagus, tetapi juga harus diberi pupuk dan dipelihara dengan baik. Seperti itulah yang harus kita lakukan untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa.
Semua ornag tentu setuju, anak yang cerdas dan berkarakter baik adalah aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam mempersiapkan masa depan anak. Agar memperoleh hasil yang diinginkan, Pendidikan anak harus dimulai sejak usia dini. Mengapa? Setiap manusia dilahirkan dalam pola pikir positif, punya rasa ingin tahun dan ingin belajar.
Anak berusia satu sampai lima tahun sering disebut dengan golden Age. Dimasa ini anak menyerap segala sesuatu dari lingkungan. Meniru apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Oleh sebab itu, anak harus diperlihatkan, diperdengarkan dan diajarkan segala sesuatu yang baik. Masa ini merupakan waktu yang pas untuk membentuk karakter anak.
Sejatinya karakter harus dimulai sejak dini. Di sini peran orang tua tentunya sangat besar. Karena orang tua adalah guru pertama bagi anak. Orang tua harus menyadari perannya. Orang tua harusnya menanamkan nilai-nilai kebajikan dan agama sejak usia dini. Sehingga selain cerdas juga memiliki akhlak yang mulia. Orang tua tidak bisa sepenuhnya menyerahkan pendidikan anak kepada guru di sekolah. Karena kenyataannya waktu anak lebih banyak dihabiskan dirumah atau dilingkungannya. Bisa dibayangkan apa jadinya bila yang mereka lihat dan mereka dengar adalah hal-hal yang buruk dari orang-orang disekitarnya?
Kemiskinan kerap menjadi akar penyebab anak-anak dari kelompok marjinal tidak bisa mencicipi pendidikan. Namun asa itu masih ada. Jaminan perlindungan hak-hak anak merupakan komitmen nasional dan internasional. Pun di Indonesia komitmen ini senantiasa digelorakan. Pemerintah dan masyarakat terus mengupayakan anak-anak yang terpinggirkan ini bangkit dari jerat marjinalisasi.
Sekalilagi anak adalah modal utama dalam pembangunan bangsa. Sehingga ia harus benar-benar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sejak dini. Agar kelak menjadi sosok yang berkualitas dan berguna bagi diri serta lingkungannya.
Kita boleh bersyukur, pemerintah telah mencanangkan gerakan pendidikan karakter untuk membangun keadaban bangsa. Gerakan ini bertujuan agar pendidikan menjadi motor penggerak untuk memfasilitasi pembangunan karakter, sehingga anggota masyarakat mempunyai ikesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan demokratis.
Gerakan ini harus dilaksanakan semua elemen bangsa mulai dari tingkat atas hngga satuan terkecil di keluarga.
Generasi muda perlu contoh yang bisa menjadi panutan. Para pemimpin bangsa hingga pemimpin keluarga harus betul betul bisa menunjukkan ketokohannya yang pantas menjadi panutan.


Sumber: Bulettin Akasara edisi 5 tahun 2013

0 comments: