Saturday, November 1, 2014

BUAH MANIS DARI KETELADANAN


guru di gugu ditiru

Guru, di gugu lan ditiru.

Guru adalah panutan. Ucapan dan tindakannya menjadi acuan murid.
Ketua Yayasan Pesantren Al Azhar Jakarta, Ustadz Muhammad Suhadi, mengatakan murida akan menjadikan guru sebagai teladan, figur dalam hidup. Sampai akhir hayat, keteladanan guru akan selalu diingat. " Guru harus memberikan keteladanan," tuturnya.
Tidak hanya itu, kata dia harus didukung dengan ikhlas. akan beda hasilnya antara proses pendidikan yang dijalankan dengan ikhlas dan mana yang tidak.
Pendidikan dengan ikhlas akan terasa manfaatnya bagi banyak orang, sedangkan yang setengah hati, bahkan tidak ikhlas, hanya akan menimbulkan kerugian. "Ini selalu saya tekankan kepada guru-guru di sini," kata Suhadi.
Ia selalu mengingatkan guru-guru dilembaganya untuk selalu ikhlas dalam menjalankan amanah yang di emban. Jadi Guru berarti harus mendidik anak sepenuh hati, "Jangan setengah-setengah," ujarnya 
Ketika guru ikhlas mendidik, maka anak-anak akan diperhatikan seperti memperhatikan diri sendiri. Mereka bukan dianggap orang lain. Anak akan mendapatkan kasih sayang yang cukup. Sehingga mereka tumbuh menjadi dewasa dengan baik.
Mengajar siswa mesti pula dengan kasih sayang., " Kasih sayang ada di hati," kata dosesn Universitas Al-Azhar Jakarta selatan Ustadz Ahmad ahidin..
Dosen agama Islam Universitas Yarsi Andian Parlindungan menyatakan bahwa para guru hendaknya menyadari mereka memiliki peran yang sangat penting dan strategis. Mereka bukan hanya sebagai pengajar, melainkan juga pendidik. Pengajar hanya memikirkan bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didik.
Adapun pendidik bukan hanya berkewajiban mengajar melainkan mendidik anak didik dari tiga spek penting manusia yaitu, akal, hati, dan jiwa. Kesemuanya merupakan organ spiritual yang berfungsi menyimpan dan menghayati ilmu dari Allah, sekalipun sumber dan dasar manusia berperilaku. Jika tetanam disana adalah keburukan maka niscaya perilakua anak didik akan buruk juga, "dan begitu pula sebaliknya," ujar Andian.
Jika para guru memahami tugas pendidikan bukan hanya pengajaran, guru juga memahami pentingnya sifat sifat mulia yang harus mereka miliki. Pertama adalah dedikasi yang tinggi terhadap anak didik. Kedua, memiliki rasa tanggung jawab, bukan hanya menjadikan anak didik cerdas melainkan juga berakhlak.
Kemudian, Andian menjelaskan, guru harus memiliki semangat yang tinggi untuk mewujudkan pendidikan yang komprehensif. Mereka memiliki integritas yang tinggi terhadap dunia pendidikan. Juga memiliki visi dan cita cita mulia dalam menjalankan tugas pendidikan. 
Dia memberikan tips kesuksesan mendidik, pertama adalah keikhlasan, guru yang ikhlas dan punya wawasan pendidikan yang mumpuni akan lebih ikhlas mengajar. Tidak seperti guru yang banyak bekerja sekedar untuk mendaatkan gaji.
selain itu, guru harus menyadari peran aktifnya dan kesadaran akan pendidikan. Mereka harus mengerti dan memahami kurikulum pendidikan yang dibutuhkan sesuai dengan perkembangan jaman, terutama berbasis pendidikan karakter.
Lembaga pendidikan yang baik dan kondusif juga menentukan kesuksesan pendidikan, jangan sampai lembaga pendidikan hanya sibuk mengurus proposal mencari donatur pendanaan, sedangkan anak didik dibiarkan terlantar.
Guru memainkan perannya dengan memaksimalkan diri untuk menjadikan anak lebih baik dari diri sendiri. Jangan sampai dibiarkan begitu saja. sementara guru sibuk dengan kegiatannya sendiri     

oleh : Erdy Nasrul
Sumber: harian Republika 29 november 2013



0 comments: