Thursday, February 16, 2012

Lingkungan Keluarga Pengaruhi Pendidikan Karakter Anak

Lingkungan keluarga menjadi faktor penting dalam menanamkan pendidikan karakter anak, di luar faktor pendidikan di sekolah serta lingkungan sosial. Lingkungan keluarga ini, bisa dimulai dari situasi dalam keluarga dan pola pendidikan yang dilakukan.Jika pola pendidikan karakter di tengah keluarga sudah terbangun dengan baik, dengan sendirinya anak akan lebih mudah untuk menerima pendidikan karakter di sekolah. Demikian pula saat anak harus bersinggungan dengan lingkungan sosial."Sebab persoalan yang sekarang jamak terjadi saat ini banyak orang tiua yang stres dan depresi akibat persoalan hidup yang kompleks. Pada situasi ini bagaimana mungkin orang tua mampu memberikan pendidikan karakter yang dibutuhkan," ujar praktisi Soul Healer dan pendidikan karakter, Irma Rahayu dalam diskusi 'Karakter...

Anak dan Teknologi

“Waduh lucyu ni, kitaa bangett deh,” ucap pak Imran, suami bu Ellen, sambil menunjukkan gambar yang ada di Blackberry-nya yang melukiskan sebuah keluarga di mana ayah, ibu dan anak-anak duduk bersama-sama berdekatan dalam sebuah ruangan, namun masing-masing sibuk menggunakan benda teknologi. Ayah sibuk dengan ipadnya, ibu asyik dengan Blackberry-nya, sedangkan sang kakak juga asyik dengan ponselnya dengan earphone di telinga dengan kepala sedikit miring mengikuti musik yang didengarkannya. Lalu adik sedang asyik main games sambil menggoyangkan kaki. Semua berkumpul, semua serius, semua berdekatan, namun semua asyik sendiri dengan dunia masing-masing.Secara tidak disadari, gambaran di atas sering terjadi ada pada diri kita dan keluarga kita. Ungkapan pak Imran, suami bu Ellen, benar adanya....

Saturday, February 11, 2012

KIAT SUKSES MENGAJAR KEAKSARAN FUNGSIONAL PADA ORANG DEWASA

Mengingat warga belajar program Keaksaraan Fungsional (KF) pada umumnya merupakan orang dewasa, maka proses pembelajaran yang digunakan hendaknya mengikuti kaidah-kaidah ppendidikan orang dewasa (andragogi). Kaidah-kaidah pendidikan orang dewasa yang dimaksud adalah sebagai berikut. Relatif tidak mudah untuk bisa mengajar para orang tua, selain karena daya tangkapnyasudah jauh menurun.1. Pembelajaran berorientasi pada pemecahan masalah lingkungan 2. Permasalahan hendaknya digali dari pendapat dan diketahui oleh warga belajar.3.Pembelajaran berbasis pada pengalaman pribadi warga belajar agar semakin mudah diketahui4.Pembelajaran memberikan pengalaman yang bermakna (meaningfull) bagi warga belajar agar lebih diminati5.Pembelajaran memberi kebebasan bagi warga belajar untuk ikut memilih...

Friday, February 10, 2012

AGAR MEMBACA JADI MENYENANGKAN

Membaca adalah salahsatu proses penting untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Tanpa bisa membaca manusia akan mendapat banyak kesulitan hidup di zaman sekarang ini. Bagi yang tidak biasa, kegiatan membaca kadang menjadi kegiatan yang membosankan dan membuat mengantuk, agar tidak malas membaca, berikut tips yang bisa dicoba agar membaca menjadi menyenangkan:Persiapan sebelum membaca1.Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca.2.Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.3.Pastikan posisi mebaca kita adalah posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30 cm4.Siapkan...

Tuesday, February 7, 2012

Upaya Membangkitkan Nasionalisme Melalui Pendidikan

PendahuluanDalam era globalisasi, seluruh aspek kehidupan bangsa terguncang dahsyat hingga daya adaptif kita sebagai suatu bangsa dalam suatu sistem sangat terpengaruh oleh perubahan, perubahan yang sangat cepat. Dalam dunia pendidikan, proses akulturasi dan perubahan perilaku bangsa mau tidak mau kita terdorong menjadi masyarakat yang memasuki complex adaptive system.Era reformasi dalam konteks nasional terasa getarannya seperti perubahan radikal, terasa pula ada penjungkirbalikan nilai-nilai yang telah kita miliki, menjadi porak poranda, dan hampir tercabut sampai ke akar-akarnya. Hal ini kita rasakan sejak tahun 1998, dan kita bertanya apakah ini demokrasi atau reformasi, kita bergumam bahwa ini bukan demokrasi, dan bukan reformasi.Kita merasakan krisis multidimensional melanda kita, di...

Wednesday, February 1, 2012

Rumah Pintar dan PKBM, Tidak Sama Tapi Serupa

Munculnya rumah pintar sempat dipertanyakan oleh sebagian pegiat pendidikan nonformal. Namun demikian menurut saya hal tersebut tidak perlu ditanggapi dengan sikap skeptis. Memang, PKBM memiliki posisi hukum yang kuat karena diakui sebagai satuan pendidikan nonformal dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Bukan berarti satuan pendidikan nonformal lainnya tidak boleh muncul dan berkembang.Saya menganalogikan PKBM dan rumah pintar sebagai tidak sama tapi serupa. Bukannya serupa tapi tidak sama. Esensi dari kedua satuan pendidikan nonformal ini adalah menjadi sebagai pusat belajar bagi lingkungannya. Keduanya mempunyai misi yang sama, yaitu meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang kurang terjangkau oleh layanan pendidikan. Perluasan akses pendidikan pada komunitas masyarakat terpencil...

Pages 381234 »