Friday, January 18, 2008

SIAP MENANG DAN SIAP KALAH

Dalam setiap event apapapun, selalu saja orang berkata siap untuk menang dan siap untuk kalah, sebelum event itu terjadi, apakah itu event antar RT, antar kampung ato bahkan event nasional.
Sangat sangat membanggakan kalau perkataan itu dapat pula di wujudkan sebagaimana mestinya.
Tetapi apa yang nampak di mass media baik elektronik maupun cetak, semuanya cuman sekedar bicara tanpa ujung dan pangkal dan tidak tau siapa yang harus bertanggung jawab atas perkataan itu.
Pertandingan sepak bola antar kampung berubah menjadi tawuran bila salah satu tim ada yang kalah, dengan alasan di curangi dan sebagainya.(lha kalau ada yang menang tentu ada yang kalah dong)
Berita yang masih hangat di media cetak saya baca suporter sebuah kesebelasan membakar gawang karna timnya kalah padahal ini even nasional.
Berita hangat hasil pilkada di sulsel ditolak karena salah satu pihak merasa di curangi, jelas yang merasa dicurangi adalah pihak yang kalah, akhirnya setelah melalui proses hukum harus ada pilkada ulang, nah timbul kerusuhan karna pihak pendukung dari pemenang tidak ingin mengulang dan ingin segera dilantik cagub maupun cawagub sesuai hasil pilkada (inikah ujud siap menang dan siap kalah) akhirnya masyarakat juga yang menjadi korban, karna akibat demo yang biasanya merusak fasilitas umum, membakar ban dijalan sehingga merusak aspal. Pada saat aspal itu diperbaiki otomatis pake uang rakyat bukan uang pejabat iya toh?
Dulu pernah juga terjadi para yang mulia wakil rakyat berkelahi di dalam gedung wakil rakyat, yang notabene dibangun juga dengan uang rakyat untuk tempat memperjuangkan kepentingan rakyat, jelas hal itu terjadi karna siap menang dan tidak siap kalah (lha wong wakil rakyatnya aja berkelahi, jelas rakyatnya juga seperti diajari juga dong)
Oleh karena itu para pejabat maupun rakyat jangan dong ikut berlomba kalau cuman siap menang tapi tidak siap kalah, karna kalau ada pemenang pasti ada yang kalah, begitu juga sebaliknya kalau kata itu bukan sekedar hiasan bibir, rasa-rasanya berkurang deh kerusuhan di negeri Indonesia kita tercinta ini

0 comments: