Friday, September 23, 2016

MEMBANGUN KARAKTER ANAK DARI SURI TAULADAN HAKIKAT SHOLAT BERJAMAAH

Pendidikan karakter bertujuan untuk membuat warga indonesia memiliki karakter yang baik, akhlak yang mulia. Dulu Orang indonesia dikenal memiliki karakter, etika yang luhur, dan akhlak yang mulia sehingga di kenal di dunia bahwa indonesia memiliki adat ketimuran yang begitu halus. Tetapi yang terjadi saat ini kita mengalami kemunduran dalam hal karakter, rakyat indonesia yang dulu berakhlak mulia kini menjadi orang yang mudah tersulut amarahnya hanya karena hal hal yang sepele, bahkan tega melukai atau membunuh teman, rekan sahabat, hingga orang tua sendiri. Tindak kekerasan yang dipertontonkan beberapa media akhir akhir ini sungguh jauh dari adat ketimuran yang selama ini telah kita miliki. Menurut  Thomas Lickona, karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral...

Monday, April 4, 2016

PERANGSANGAN GERAKAN KASAR DAN GERAKAN HALUS BERDASARKAN USIA ANAK (06)

F. Usia 19-24 Bulan Gerakan Kasar Anak mampu melakukan bebrapa kegiatan sekaligus, seperti menarik mainan ketiak ia berjalan. Anak juga menunjukkan keinginan untuk menyempurnakan kemampuannya dengan cara berlatih berulang-ulang. Bagi orang dewasa, kegiatan ini tentu membosankan, tetapi anak memerlukannya agar ia dapat memiliki keseimbangan dan kerjasama gerak yang baik. Perkembangan gerak yang dimiliki anak berkembang seiring kematangan otot-otot geraknya. Ia pun mulai dapat melakukan kegiatan yang lebih kompleks seperti berlari, melompati garis, menendang, melempar, dan menangkap. Kemampuan ini akan terus berkembang seiring pertambahan usia dan kematangannya. Kegiatan yang dapat dilakukan: -          Bermain di taman atau tanah lapang....

Thursday, November 26, 2015

PERANGSANGAN GERAKAN KASSAR DAN GERAKAN HALUS BERDASARKAN USIA ANAK (05)

E. USIA 13-18 BULAN Gerakan Kasar Mayoritas anak usia ini mulai bisa berjalan. Ibu dan Ayah sangat berperan untuk mengembangkan rasa percaya diri dan keseimbangannya ketika anak berjalan. Terkadang anak merasa ragu ketika ia berdiri sendiri di atas kedua kakinya, karena dunia seakan berbeda. Anak memerlukan pujian dan semangat dari orang di sekitarnya, terutama ibu dan ayah sebagai orangtuanya, agar ia dapat melangkah dengan yakin. Jika usia 15 bulan anak belum juga berjalan, tenanglah. Pada beberapa anak mereka akan berjalan di usia yang lebih lambat dibandingkan anak seusianya. Semua bergantung pada kematangan dan kesiapan anak, serta rangsangan yang ibu dan ayah berikan. Yang perlu diperhatikan, apakah anak menunjukkan tanda-tanda atau usaha berjalan, seperti berusaha merangkak, menggerakkkan...

Friday, September 4, 2015

PERANGSANGAN GERAKAN KASAR DAN GERAKAN HALUS BERDASARKAN USIA ANAK (04)

D.    Usia 10-12 BulanGerakan KasarPada usia ini anak sudah mengembangkan kemampuan gerak tubuh dan keseimbangan yang baik, seiring dengan menguatnya otot dada, pinggang, pinggul, dan kaki. Dengan kemajuannya itu, anakpun mampu melangkahkan kaki-kaki mungilnya dan mulai berdiri sendiri serta berjalan sambil berpegangan pada dinding. Anak menjadi lebih mandiri dan lebih aktif, sehingga tak jarang ia mengalami kecelakaan. Ibu dan ayah harus ekstra hati-hati dalam menyiapkan lingkungan yang aman untuk dijelajahi oleh anak. Bila ada tangga dirumah, pastikan akses (kesempatan) untuk menaiki dan menuruni tangga hanya dapat dilakukan anak dengan panduan orang dewasa. Pastikan juga keamanan laci atau lemari yang bisa saja melukai anak atau menjepit jari-jari mungilnya. Ingatlah selalu,...

Monday, August 31, 2015

PERANGSANGAN GERAKAN KASAR DAN GERAKAN HALUS BERDASARKAN USIA ANAK (03)

C. Usia 7-9 Bulan Gerakan KasarDi rentang usia ini, biasanya anak mulai merasa frustasi bila ia tidak berhasil mendapatkan keinginannya. Hal ini terjadi karena anak sudah memiliki banyak keinginan, namun kemampuannya masih terbatas. Contoh, anak ingin meraih mainan yang terletak 1 meter di hadapannya. Dengan segala upaya ia mencoba bergerak mendekati mainan itu, tetapi tidak berhasil. Anak kemudian merasa kesal dan menunjukkan emosinya dengan berteriak atau menangis. Hal ini wajar saja. Sebagai orangtua, ibu dan ayah dapat menenangkannya dan memberi semangat dengan mendekatkan mainan itu atau bila perlu memberikan mainan yang di inginkan. Yang penting adalah berikan kesempatan kepada anak untuk berusaha dan mencoba sendiri melakukan keinginannya. Ibu dan ayah harus dapat menyeimbangkan antara...

Pages 381234 »