Awal Pebruari tahun 2009 muncul kembali demonstrasi dengan alasan demokrasi diiringi dengan anarkisme. Dan sang pelaku demonstrasi katanya mengaku mahasiswa yang notabene par intelektual muda calon calon pemimpin bangsa dan tega membunuh seorang pimpinan lembaga milik bangsa ini juga. Itukah sebuah intelektualitas? demokrasi? yang sudah melanggar aturan, merusak infrastruktur milik lembaga pemerintah yang di beli dengan uang rakyat, dengan alasan memperjuangkan kepentingan rakyat dalam bungkus pemekaran wilayah. Demi pemekaran wilayah mahasiswa yang katanya seorang intelektual cukup menjual intelektualitas dirinya dengan harga sangat murah antara 20.000 sampai 25.000 rupiah.yang lebih menyedihkan lagi penjualan intelektualitas dengan harga murah itu dilakukan dilingkungan kampus yang katanya...