Monday, August 31, 2015

PERANGSANGAN GERAKAN KASAR DAN GERAKAN HALUS BERDASARKAN USIA ANAK (02)

B. Usia 4-6 Bulan
Gerakan Kasar
Pada usia sekitar 4 bulan, anak sudah menunjukkan kemampuan berguling dari satu sisi ke sisi lain. Kemampuan luar biasa ini melibatkan kerjasama antara kepala, leher, dada, pinggang, lengan, dan kaki. Anak sudah bisa melakukan gerakan-gerakannya secara mandiri, tidak lagi bergantung pada keberadaan orang lain. Anak juga memperluas jangkauan jelajahnya. Dengan dikuasainya kemampuan berguling, anak menunjukkan bahwa ia telah siap untuk mampu duduk, merangkak, lalu berjalan.
Kegiatan yang dapat dilakukan :
  • Permainan gelitik dibawah lengan dan sepanjang tubuhnya. Anak akan mengerak-gerakkan lengan dan kakinya sebagai pertanda ia merasa gembira. Namun ingat, jangan berlebihan dalam melakukan permainan ini, karena anak bisa saja menangis lantaran terlalu gembira atau bahkan ketakutan.
  • Dalam posisi telungkup, letakkan mainan di luar jangkauannya, anak akan berusaha meraih mainan itu. Ia akan menyadari bahwa ia dapat bergerak ke arah mainan tersebut. Hindari meletakkan mainan terlalu jauh, anak bisa frustasi dan menolak untuk berusaha mengambil mainannya.
  • Berbicara sambil bergerak disekitara anak. Kegiatan ini dapat dilakukan bila anak berada dalam posisi duduk yang stabil, misalnya duduk di kuris makan atau di kereta dorong. Ibu dan ayah dapat bercakap-cakap dengan anak sambil bergerak ke arah yang berlainan. Tujuannya agar kepala anak dapat bergerak mengikuti arah ibu dan ayah. Dengan demikian, ia mengembangkan kemampuan pengendalian dan keseimbangan dari kepala dan tubuh bagian atas.
  • Beri mainan yang dapat digenggam ketika anak  sedang di pangku. Keterampilan anak untuk mempertahankan keseimbangannya akan makin berkembang ketika ia memusatkan perhatiannya pada kegiatan lain dalam waktu bersamaan.
Gerakan Halus
Anak suka bermain-main dengan jari tangannya dan memasukkan benda-benda yang dipegangnya kedalam mulut. Ibu dan ayah harus waspada dan berusaha meminimalkan kecelakaan yang mungkin terjadi dengan memberikan benda-benda yang aman saja bagi anak untuk diraih dan dipegang. Bila anak terlihat memasukkan benda yang membahayakan dirinya, bersikaplah wajar, tetapi sigap: ambil barang tersebut tanpa panik atau marah-marah atau trkejut, dan katakan pada anak bahwa barang-barang itu tidak boleh masuk kedalam mulut. Demikian pula bila anaka ingin menjangkau benda berbahaya, seperti stop kontak (colokan listrik) atau benda tajam, segera pindahkan anak dan katakan bahwa ia tidak dapat menyentuh benda tersebut. Ibu dan ayah harus mengingatkan anak berulangkali. Yang paling penting adalah menjaga keselamatan anak dengan menghindarkan benda-benda tersebut dari wilayah jelajahnya.
Kegiatan yang dapat dilakukan:
  • Tunjukkan kesungguhan ibu dan ayah ketika ananda melakukan jelajahnya. Si buah hati ingin membuata ibu dan ayahnya senang dalam setiap kesempatan. Jadi, senyum dan pujian kita ketika ia melakukan kegiatan jelajahnya akan membuatnya lebih bersemangat dalam melakukan kegiatannya.
  • Tunjukkan pada anak cara memindahkan barang dari satu tangan ke tangan lainnya. Keterampilan ini akan dapat dikuasai oleh anak bila ia mendapatkan contoh bagaimana cara melakukannya. Memang terlihat mudah bagi kita, namun tak demikian halnya bagi anak, dia memerlukan latihan agar trampil melakukannya 
Sumber : Seri bacaan orangtua Dit. PAUD, Kemdikbud

Thursday, August 6, 2015

PERANGSANGAN GERAKAN KASAR DAN GERAKAN HALUS BERDASARKAN USIA ANAK (01)

A.    Usia 0-3 Bulan
 
Gerakan Kasar
Jika diperhatikan, di usia bebrapa pekan bayi mulai dapat menggerakkan kepala/lehernya dari kiri atau kanan, meskipun biasanya ia akan meletakkan kepalanya ke arah sebelah kanan. Melewati usia 3 bulan, ia mulai dapat mengangkat kepalanya dari tempatnya tertelungkup. Berkembangnya kemampuan untuk mengendalikan pergerakan kepala ini membuat anak memiliki kesempatan untuk melihat keadaan sekelilingnya.

Kegiatan yang dapat dilakukan:
-    Biarkan anak menendang sesuka hati. Hal ini menunjukkan rasa senangnya. Jaga agar anak tidak tergelincir.
-    Berbaringlah bersama anak. Tiak hanya ketika tidur ibu dan ayah menemaninya sembil berbaring, tetapi juga ketika trjaga. Anak akan merasa nyaman dan berusaha untuk melihat kita, juga bergerak ke arah kita.
-    Letakkan mainan di salah satu sisi tempatnya berbaring. Lakukan secara bergantian, kali ini sisi kiri, besok sisi kanan. Dengan mengubah letak mainan, secara tak langsung ibu dan ayah merangsang anak untuk menggunakan otot tubuh yang berbeda agar dapat meraih mainan yang menarik perhatiannya.

Gerakan Halus.
Untuk merangsang kemampuan gerakan halus anak, yang pertama kali harus kita lakukan adalah mendapatkan perhatiannya. Aneka jenis mainan yang aman dapt membantu anak memusatkan perhatian dan berusaha untuk meraihnya. Anda dapat menggantungkannya di atas tempat tidur bayi. Pastikan bahwa mainan yang anda gantungkan berada dalam jangkauan jarak pandang dan anak dapat menggapainya. Cara lain adalah dengan membiarkan anak melihat apa yang anda lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya, ketika anda merapikan pakaian anak, anda dapat memperlihatkan bagaimana anda dapat menyusun pakaian. Anak akan tertarik dengan kegiatan berulang-ulang yang anda lakukan dan berusaha untuk meraihnya dengan menggerak-gerakkan tangannya.

Kegiatan yang dapat dilakukan:
-Sediakan mainan yang dapat di genggam oleh tangan mungilnya, Mainan berukuran besar seringkali membuat anak kesulitan menggenggamnya. Bila anak mengalami kesulitan, kadang ia pun kehilangan rasa tertarik untuk mencoba meraihnya. Anak senang meraih benda dan mengamatinya dari jarak dekat.
- Letakkan mainan dalam jangkauan anak. Usahakan anak tertarik dan berusaha meraihnya. Jangan terlalu jauh meletakkannya agar anak tidak merasa putus asa dan kehilangan rasa tertarik terhadap mainan tersebut. Sesekali ayah dan ibu dan ayah dapat membantunya dengan memberikan mainan yang ia minati bila ia terlihat kesulitan untuk mendapatkannya.
- Bermain tangan. Tidak harus mainan yang berwarna-warni atau berbagai bentuk, anak pun akan ertarik bermain dengan tangan ibu dan ayah. Gerakan tangan ibu dan ayah dengan Variasi agar anak pun berusaha untuk meraih atau meniru gerakan tangan ibu dan ayah.

Sumber: Seri Bacaan Orangtua Direktorat PAUD

Monday, August 3, 2015

MENGASAH KETERAMPILAN BERGERAK ANAK USIA 0-2 TAHUN (02)

Perkembangan Gerakan Kasar dan Gerakan Halus Pada Anak Usia 0-2 Tahun
Pada usia ini, perkembangan kemampuan gerakan kasar dan gerakan halus seorang anak terlihat sangat pesat dan menakjubkan. Bayangkan, dari seorang bayi yang tidak berdaya dan tidak mampu mengendalikan gerakannya, dalam waktu 12 bulan, anak mengembangankan kemampuan fisik yang luar biasa. Kuncinya terletak pada kematangan fisik dan saraf-sarafnya. Buktinya, dengan latihan sekeras apapun, kita tidak akan bisa membuat bayi berusia dua bulan untuk berjalan, meskipun kemampuan melangkahkan kaki sudah dimiliki bayi sejak lahir. Jadi Perkembangan fisik tidak semata karena latihan, tetapi juga melibatkan faktor kesiapan fisik.
Kemampuan gerakan kasar adalah kemampuan manusia menggerakkan bagian tubuh yang berfungsi untuk berpindah tempat, seperti merangkak, berjalan, berlari, melompat. Agar dapat berpindah tempat, manusia harus memiliki kemampuan dasar seperti duduk dan menegakkan tubuh. Tidak mungkin seseorang yang hanya mampu berbaring lalu dapat berjalan tanpa bantuan. Nah, untuk dapat melakukan kegiatan berpindah tempat, maka kaki menjadi bagian tubuh yang paling penting. Sedangkan kemampuan gerakan halus melibatkan mata dan tangan untuk dapat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan gerakan tangan. Misalnya, untuk mengambil suatu benda, menulis, menggambar, dan kegiatan lainnya yang menggunakan tangan serta kerjasamanya dengan mata.
Agar perkembangan fisiknya optimal, anak memerlukan kesempatan untuk melatih kemampuannya. Anak yang memiliki kesempatan untuk merangkak yang lebih baik dibandingkan anak seusianya yang hanya sesekali dibiarkan merangkak. Demikian juga ketika anak belajar menaiki dan menuruni tangga. Strategi yang paling baik adalah memberikan semangat kepada anak untuk melatih kemampuannya dengan tetap mengingat perkembangan fisik dan saraf-sarafnya.
Kemampuan Mengendalikan Gerakan
Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda, namun secara umum kemampuan bayi untuk mengendalikan gerakan tubuhnya berkembang selama 2 tahun pertama. Kemampuan mengendalikan gerakan ini terbagi menjadi dua bentuk
a.    Dari Arah Kepala Ke Kaki
Bayi mengembangkan pengendalian gerakan dari bagian atas tubuhnya ke bagian kaki. Coba perhatikan, bayi pasti mampu menahan posisi kepalanya agar tegak sebelum ia mampu menahan posisi badannya untuk duduk. Bayi juga harus bisa enahan badannya untuk tegak ketika duduk sebelum ia bisa berjalan
b.    Dari Dada ke Luar
Bayi mengembangkan kemampuan mengendalikan gerakan dari bagian tengah tubuhnya (kepala, dada, punggang/perut) terlebih dahulu sebelum ia mampu mengendalikan gerakan tangan dan kakinya. Bayi dapat mengangkat dadanya dari posisi tengkurap sebelum akhirnya ia bisa menjangkau mainannya dengan tepat. Bayi juga akan mengembangkan kemampuannya mengambil benda dengan jari-jari tangannya sebelum ia mampu menendang bola dengan kakinya.
Kedua bentuk pengendalian gerakan ini sejalan dengan perkembangan otaknya. Dengan kata lain, bagian dari otak yang memiliki peranan dalam pengendalian gerakan kepala dan dada berkembang lebih cepat dibandingkan bagian otak yang berhubungan dengan gerakan lengan dan kaki.
Bila kita mampu memahami perkembangan kemampuan pengendalian gerakan ini, kita akan menyadari bahwa untuk mampu berjalan, anak memerlukan kematangan dari segala bagian anggota tubuhnya, tidak hanya kakinya. Anak yang kakinya sudah kuat untuk melangkah dan menahan bobot tubuhnya, namun ia masih belum mampu untuk mengarahkan gerakan kepala dan menahan badannya agar tegak, pasti tidak bisa berjalan. Anak membutuhkan kestabilan tubuh bagian atas untuk pengendalian pinggul agar ia dapat seimbang  ketika berjalan. Jadi sebenarnya, anak belajar untuk bisa berjalan jauh sebelum kaki-kakinya kuat, yaitu ketika ia baru lahir dan belajar mengangkat kepalanya untuk melihat lingkungan sekelilingnya.

Setiap Anak Adalah Unik
Inilah salah satu bagian yang menakjubkan dari perkembangan bayi. Meskipun kebanyakan dari mereka melelui tahapan perkembangan fisiknya pada usia yang setara (misalnya, usia 6 bulan dapat duduk tegak sendiri), namun variasinya sangat besar dalam cara menguasai kemampuan itu. Contoh paling jelas, trlihat ketika bayi merangkak dan berjalan. Bayi Ibu dan ayah mungkin lebih senang merangkak dengan gaya merangkak berlutut seperti merangkak pada umumnya, sedangkan bayi lain merangkak dengan cara mengankat lututnya sehingga ia bergerak hanya dengan tangan dan kakinya. Dua-duanya merangkak, tapi dengan caranya sendiri. Yang penting adalah tujuan perkembangannya tercapai. Jangan terlalu cemas bila ananda tidak mengikuti pola secara tepat, karena pada akhirnya ia juga bisa menguasai kemampuan tersebut dengan caranya sendiri.

Kerja sama Tangan dan Mata = Gerakan Halus
 Kemampuan gerakan halus melibatkan mata dan tangan untuk dapat melakukan kegiatan yang berkaitan dengan gerakan tangan. Namun ingat, meski kemampuan gerakan halus berkembang, anak belum memahami akibat dari kegiatan yang dilakukannya. Itu sebabnya anak dapat dengan tenang merampas kacamata yang sedang kita kenakan, atau merobek-robek kertas yang ia temukan di atas meja. Perilaku ini wajar dan disebabkan oleh rasa penasaran anak yang muncul terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebagai orang dewasa, ibu dan ayah diharapkan mengerti dan membantu agara anak dapat melakukan proses penjelajahan dan latihan secara efektif dan aman. Untuk beberapa saat, ibu dan ayah harus terbiasa dengan rumah yang berantakan karena diacak-acak oleh anak. Tahan emosi dan kemarahan kita, karena dapat mengakibatkan anak takut dan menolak untuk menjelajah. Padahal anak perlu berlatih agara kemampuannya berkembang dengan baik.

Kemampuan Kerjasama dan Keseimbangan
Di awal penguasaan kemampuan geraknya, anak terlihat masih canggung dan sering tidak seimbang sehingga jatuh. Kondisi ini wajar karena anak baru saja menguasai keterampilan geraknya. Ibu dan ayah tidak perlu khawatir berlebihan apalagi sampai melindungi anak agar tidak jatuh. Sikap demikian, merugikan anak karena ia tidak mengembangkan kepercayaan diri bahwa ia mampu melakukan keterampilannya sendiri. Ingatlah, semua kemampuan di dapatkan dari proses, tidak instan. Bantulah anak agar ia dapat melatih kemampuannya dengan lebih baik.

Faktor Keamanan
    Agar anak dapat berkembang dengan baik, ibu dan ayah harus menyediakan lingkungan yang aman. Anak memerlukan area untuk melatih kemampuan geraknya, tidak hanya di dalam rumah, tetapi juga di luar rumah. Selain tetap mengawasi tingkah polah anak,, ibu dan ayah juga harus memastikan keamanan peralatan yang digunakan anak untuk bermain. Demikian pula dengan benda-benda di sekitar anak, pastikan tidak ada yang membahayakan, terutama yang berukuran kecil atau sudut-sudut yang tajam.

Sumber : seri Bacaan Orang Tua Direktorat PAUD, Kemendikbud

Thursday, July 30, 2015

MENGASAH KETERAMPILAN BERGERAK ANAK USIA 0-2 TAHUN (01)

Setiap orangtua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh dan berkembang optimal; sehat, ceria dan cerdas. Untuk mempersiapkan masa depan anak, ibu dan ayah harus melakukannya sejak dini. Pengasuhan anak sebenarnya adalah suatu kegiatan alami yang telah dijalani manusia sejak awal adanya kehidupan. Namun di masa sekarang, tuntutan akan keahlian yang harus dikuasai oleh seeorang semakin berkembang. Sebagai orangtua kita pun berusaha agar ananda memiliki keterampilan yang membuatnya dapat mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel ini bertujuan agar ibu dan ayah dapat memahami aspek perkembangan anak pada enam tahun pertama kehidupannya. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan ibu-bapak dapat mendampingi dan menyediakan lingkungan yang lebih baik untuk anak mengembangkan kemampuannya. Terdapat empat aspek utama perkembangan anak yang dibahas dalam artikel ini, yaitu aspek gerakan kasar, dan gerakan halus, bahasa, kecerdasan, dan sosial emosi.
Setiap aspek perkembangan memiliki keterkaitan satu sama lain. Pemahaman yang menyeluruh dan seimbang terhadap aspek perkembangan akan lebih efektif dibandingkan fokus terhadap satu aspek saja. Setiap kegiatan bisa berdampak pada beberapa aspek dan beranfaat bagi perkembangan kemampuan anak.
Ibu dan ayah dapat memahami setiap aspek perkembangan sesuai dengan usia anak. Ketika lahir kemampuan gerak seorang bayi memang sangat terbatas, tapi ketika berusia sekitar setahun anak sudah dapat jalan sendiri dan berkeliling melakukan penjelajahan di lingkungannya seperti anak naik turun tangga. Di usia 2 tahun, kebanyakan anak sudah menguasai keterampilan melompat dan memanjat dengan cukup baik.
Penting di ingat, tujuan utama memahami tahap perkembangan anak adalah agar kita dapat memberikan perangsangan secara berhasil guna, dengan berbagai cara dan variasi. Untuk itu, ibu dan ayah dituntut kreatif dalam menciptakan kegiatan-kegiatan yang merangsang perkembangan anak. Contoh kegiatan yang ada dalam artikel ini daapt dikembangkan sesuai dengan keadaan masing-masing anak. Setiap anak adalah unik dan kita harus dapat memahami keunikannya. Hindari memaksa anak melakukan kegiatan yang barangkali belum dikuasainya. Apalagi bila ibu dan ayah merasa bahwa anak lain yang seusia dengna anak sudah dapat melakukannya. Bila anak belum dapat melakukan kegiatan yang dirangsangkan atau terlihat belum tertarik, cobalah kegiatan yang sama beberapa kali dengan diberi rentang waktu.
Didalam pembahasan mengenai aspek gerakan kasar dan gerakan halus, artikel ini akan memberi kan contoh perangsangan dan kemampuan yang dapat dikuasai anak pada usia tertentu. Penjelasan tersebut tidak bersifat kaku atau suatu keharusan. Ingat, setiap anak adalah unik dan hasil dari perangsangan dapat berbeda antar anak.

Sumber : Seri buku Orangtua Direktorat PAUD

MANFAAT DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK

Cara Pantau Tumbuh Kembang Anak

Ibu-bapak pasti mendambakan anak yang cerdas, ceria dan sehat. Tahun-tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan masa yang penuh kesempatan dan tantangan dalam perkembangan anak. Untuk mewujudkan itu, peranan orangtua dan pengasuh (nenek, kakek, pengganti ibu-bapak) dalam keluarga sangatlah penting, karena anak lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama mereka.
Ibu-bapak merupakan pengasuh, guru dan teman bermain yang utama di rumah.  Harapannya, dapat memberikan perhatian yang hangat, pengasuhan yang tepat, penuh kasih sayang dan rasa aman bagi anak. Ini merupakan modal penting bagi perkembangannya kelak untuk menjadi pribadi yang mandiri dan percaya diri.
Pengalaman pada usia dini merupakan landasan yang penting untuk perkembangan anak dan menjadi modal penting bagi kehidupan selanjutnya. Faktor yang tidak kalah penting adalah perangsangan dini yang dapat dilakukan oleh ibu-bapak dan pengasuh anak dalam keluarga di rumah.
Sebelum melakukan perangsangan ibu-bapak dan pengasuh anak hendaknya mengetahui perkembangan anak, dan perangsangan apa saja yang sesuai untuk anak tersebut.
Ibu-bapak dan pengasuh anak usia dini dapat memantau perkembangan dan pertumbuhan anaknya melalui kartu menuju sehat (KMS) yang terpadu atau kartu deteksi dini tumbuh kembang (DDTK) dengan membawa ke POS PAUD.
Selanjutnya, guru dan petugas kesehatan di POS PAUD akan membantu ibu-bapak untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cara mendeteksi.

Proses Tumbuh Kembang Anak

Enam tahun pertama sangatlah penting dan merupakan tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat bagi seorang anak. Untuk itu penting memantau pertumbuhan dan perkembangan anak agar tumbuh kembangnya tidak terlambat. Dalam hal ini, peranan ibu-bapak dan pengasuh menjadi sangat penting.
Harapannya, dengan mengetahui tumbuh kembang anak maka ibu-bapak dan pengasuh dapat mengetahui perangsangan yang sesuai agar tidak mengalami keterlambatan. Seandaianya pun terjadi keterlambatan pada tumbuh kembang anak, sebaiknya ibu-bapak dan pengasuh mengetahui langkah yang seharusnya diambil.
Bila ibu-bapak pengasuh kurang  memahami tentang tumbuh kembang anak dan bimbang  akan perangsangan yang harus diberikan , tak perlu khawatir. Sebaiknya segeralah pergi ke POS PAUD atau Posyandu untuk meminta bantuan pada tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang ada untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Apa Yang Dimaksud Proses Perkembangan Anak?
Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan. Pertumbuhan merupakan suatu perubahan dalam ukuran tubuh dan merupakan sesuatu yang dapat diukur seperti tinggi badan, berat badan, lingkar kepala yang dapat dipaca pada buku pertumbuhan.
Sedangkan perkembangan lebih ditujukan pada kematangan fungsi alat tubuh. Seperti, kaki untuk melompat (gerakan kasar), jari jari tangan untuk menulis, mengancingkan baju (gerakan halus), pemahaman (bagaimana anak belajar dari lingkungannya untuk mengerti anggota tubuh, warna), bicara (anak mampu mengungkapkan sesuatu yang dimaksud) dan sosialisasi.
Proses perkembangan anak selalu dihubungkan dengan perkembangan otak. Perkembangan otak dimulai semenjak kehamilan. Saat dilahirkan, otak masih belum berkembang sempurna. Otak mengalami perkembangan yang pesat pada usia 0-3 tahun.
Pusat-pusat saraf di otak ini bertanggung jawab untuk berbagai fungsi di otak. Ada bagian yang mengurusi fungsi untuk melihat, bicara, menggerakkan anggota badan dan sebagainya. Bagian di otak ini apabila dirangsang sesuai dengan daerahnya akan membentuk serabut saraf dan menghubungkan pusat-pusat penting di otak seperti di atas.
Contoh bayi berumur 8 bulan, dia akan melihat wajah ibunya melalui indra penglihatan dan mendengar suara ibunya melalui indra pendengaran. Semua itu akan diproses di otak sehingga bayi akan kenal dengan wajah dan suara ibunya. Perkembangan otak sangat cepat pada tahun-tahun pertama kehidupan dan biasanya periode ini berlangsung semenjak lahir sampai umur 3-5 tahun.
Anak belajar sangat cepat dari lingkungannya. Untuk itu, tak perlu heran bila seorang anak umur 3 tahun sudah lancar berbicara, cepat menghapal lagu yang didengarnya. Masa ini yang disebut masa emas perkembangan otak seorang anak. Sesudah periode ini, otak tetap masih dapat dirangsang, namun hasilnya tidak secepatpada periode sebelumnya.
Oleh sebab itu, ibu-bapak dan pengasuh seharusnya dapat memberikan perangsangan yang sesuai untuk perkembangan anak pada masa emas perkembangan otak anak.
Umumnya bayi dan anak mengikuti pola perkembangan yang khas pertahapan usia. Ada juga beberapa anak yang pola perkembangannya lebih cepat atau bahkan terlambat. Misal, anak berumur 2 tahun sudah biasa berlari, malompati 1 garis, menunjuk anggota tubuhnya tetapi belum lancar bicara. Sedangkan pada sebagian anak lain tahapan berbiaranya, lanar dan mampu merangkai 2 kata.
Ubtuk mengetahui itu, orangtua harus mengetahui pola dan tahapan perkembangan anak yang tercantum pada buku DDTK, selain juga, dapat mengetahui melalui kartu menuju sehat (KMS) tumbuh kembang dan kartu DDTK.

Sumber : Seri bacaan orangtua Direktorat PAUD