Monday, June 29, 2009

Hadirnya Generasi Ke-4 Komunikasi Nirkabel

Yuni Ikawati

Sejak diperkenalkan pada awal dasawarsa tahun 1980-an, sistem komunikasi bergerak nirkabel mengalami perkembangan pesat dari sisi kecepatan, jenis dan kualitas data, serta jarak jangkauannya. Kini pengembangan teknologi ini telah sampai generasi keempat.

Sejak muncul secara komersial pada awal 1983, sistem komunikasi nirkabel yang mobil yang memunculkan telepon genggam telah mengalami revolusi. Dengan memuat serangkaian inovasi teknologi di dalamnya, telepon genggam menjadi kian mungil tetapi berkapasitas tinggi dan makin berkualitas.

Pengecilan ukurannya tercapai karena berkembangnya teknologi mikroelektronika. Dengan ditunjang oleh teknologi informasi dan komunikasi, memungkinkan munculnya jangkauan layanan komunikasi telepon genggam yang kian luas. Fitur atau jenis data beragam juga dapat dipertukarkan, tidak hanya berupa suara, tetapi multimedia hingga ke video.

Layanan telekomunikasi bergerak ini umumnya menggunakan jaringan telepon seluler (ponsel). Jaringan ini tersusun dari banyak sel berbentuk heksagonal. Tiap sel dilayani oleh satu menara pemancar disebut base station (BS) yang meneruskan sambungan komunikasi hingga radius tertentu.

Oleh karena itu, agar komunikasi ponsel tidak terputus perlu menara dalam satu wilayah jangkauan tertentu (sel) bersinggungan dengan jangkauan sel lainnya.

Di daerah perkotaan, tiap sel memiliki jangkauan rata-rata 0,5 mil atau 0,8 kilometer, sedangkan di pedesaan jangkauannya mencapai 5 mil atau 8 km. Di areal terbuka, pengguna dapat menerima sinyal dari lokasi seluler dengan jarak 25 mil.

Regenerasi sistem ponsel dimulai sekitar 38 tahun lalu ketika telepon seluler pertama berhasil diterapkan secara komersial dalam jaringan ARP (auto radio phone) di Finlandia pada tahun 1971. ARP tergolong jaringan seluler generasi 0 (0G).

Sistem analog

Generasi pertama lahir di Amerika Serikat melalui tangan para insinyur di Laboratorium Bell AT&T. Generasi pertama yang menggunakan sistem analog ini disebut AMPS (Advanced Mobile Phone System) yang diperkenalkan Motorola pada tahun 1983.

Teknologi analog masih memiliki beberapa keterbatasan, antara lain dari segi mobilitas dan roaming antarnegara. Untuk mengatasinya, negara Eropa membentuk organisasi Group Special Mobile (GSM) untuk memelopori munculnya teknologi digital seluler yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile Communication (GSM).

Sistem analog pada generasi pertama ini kemudian digantikan dengan sistem digital yang lebih baik dari segi keamanan dan kapasitasnya dan biaya layanannya pun lebih rendah. Generasi kedua ponsel ini diwakili oleh munculnya GSM (Global System for Mobile Communication).

GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi seluler untuk seluruh Eropa. Sistem ini telah dikembangkan hingga memiliki kapasitas 1800 MHz dan sanggup menyediakan 375 kanal.

Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan sistem telepon seluler analog yang bernama AMPS (Advanced Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone) kemudian beralih ke GSM. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan.

Pengembangan sistem 2G kemudian melahirkan generasi 2,5 G berupa berupa GPRS (General Packet Radio Service) dengan kecepatan pengiriman data hingga 307 kilobit per detik.

Pada tahun 2001 3G pertama kali diluncurkan secara komersial di Jepang oleh NTT DoCoMo pada standar Wideband CDMA (Code Division Multiple Access). Setalah itu jaringan 3G dengan teknologi CDMA diluncurkan pertama kali di Korea Selatan dan AS.

Sistem komunikasi tanpa kabel generasi ketiga hingga sistem WiFi (Wireless Fidelity) yang telah diterapkan di Indonesia digunakan untuk jaringan lokal nirkabel (Wireless Local Area Networks/WLAN).

Sistem ini awalnya ditujukan untuk penggunaan nirkabel jaringan area lokal (LAN), tetapi kini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet.

Belum lama ini mulai diperkenalkan WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband berkecepatan akses yang tinggi hingga 70 Mbps dan berjangkauan luas.

International Telecommunication Union (ITU) memperkirakan pelanggan ponsel di dunia akan mencapai 4,1 miliar pelanggan menjelang akhir tahun lalu. Akhir tahun 2007 pengguna jaringan 3G di dunia mencapai 295 juta orang. Layanan 3G bisa memberi keuntungan hingga lebih dari 120 miliar dollar AS selama tahun 2007.

Generasi keempat

Di samping kelebihannya, generasi kedua dan ketiga ini masih memiliki beberapa kekurangan, antara lain masalah interferensi dan kualitas pengirimannya yang masih rendah untuk komunikasi bergerak dalam kecepatan tinggi, kata Masashi Yano, Deputy General Manager Kyocera Corporation Jepang, dalam Forum International iBurst, di Jakarta, medio Juni lalu.

Kendala ini kemudian mendasari lahirnya generasi keempat yang disebut iBurst atau HC-SDMA (High Capacity Spatial Division Multiple Access). IBurst adalah teknologi kanal frekuensi lebar atau broadband nirkabel yang dikembangkan ArrayComm.

Optimalisasi lebar kanal dicapai dengan menggunakan beberapa rangkaian antena paralel yang dikembangkan perusahaan Jepang, Kyocera. IBurst diadopsi sebagai standar antarmuka radio HC-SDMA oleh Alliance of Telecommunications Industry Solutions (ATIS).

Dengan rangkaian antena yang dijajar melingkar dapat meningkatkan cakupan frekuensi radio, kapasitas, dan performansi sistem.

Sekarang sistem iBurst memungkinkan konektivitas hingga 1 Mbit per detik dan memungkinkan ditingkatkan hingga 5 Mbit per detik dengan protokol HC-SDMA.

Dengan iBurst dimungkinkan koneksi langsung bergerak baik di dalam dan luar ruangan seperti intranet di perusahaan, jaringan hotspot, dan modul komunikasi pada kendaraan dan telematik otomotif.

IBurst secara komersial telah diterapkan di 12 negara, yaitu di Afrika Selatan, Azerbaijan, Norwegia, Irlandia, Kanada, Malaysia, Lebanon, Kenya, Ghana, Mozambik, Kongo, dan AS.

Di AS, layanan komersial iBurst dimulai Mei 2007 di Dakota Selatan pada areal seluas 174 kilometer persegi yang diliputi oleh 10 BS.

Di kawasan perkotaan dari satu BS dapat melayani pengguna hingga radius 2,4 km dengan kecepatan 850 kbps. Adapun di daerah pinggiran downlink 1 Mbps mencapai hingga radius 5 km.

Perkembangan di Malaysia

Malaysia mendapat lisensi iBurst April 2007 dan mulai masuk tahap layanan komersial Oktober 2007 di Kuala Lumpur. Cakupannya meliputi 1.500 kilometer persegi areal di Lembah Klang dengan 78 BS.

Jaringan ini akan dikembangkan ke Penang, Johor Bahru, dan Kuching.

Layanan itu akan diluncurkan di delapan negara lainnya, termasuk Indonesia, pada tahun ini. Tahun ini iBurst di kelas 4G mulai diuji coba di Bandung dan Surabaya dan selanjutnya akan diterapkan di pedesaan, kata Ida Bagus Danny Premadhi, President Commissioner PT Pata Informatika Nusantara.

Uji coba iBurst dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya di kampung nelayan di sebelah timur kampus itu untuk menjadi SMA dan SMP.

Layanan yang akan diuji coba meliputi e-learning, telemedicine dan pemantauan lingkungan, dan video conference, urai Gamantyo Hendrantoro dari Pusat Penelitian ICT dan Multimedia ITS.

”Broadband Wireless Access ini ditujukan untuk mengatasi masalah kendala akses komunikasi masyarakat di pedesaan,” jelasnya.

Itu untuk mendukung pelayanan kesehatan di pedesaan dalam hal meningkatkan efisiensi dan cakupan layanan, mengeliminasi biaya transportasi, mendeteksi dini penyakit, mengurangi waktu menunggu, mendukung pendidikan kesehatan.

E-learning digunakan untuk memberi pelajaran pada kelompok khusus, memberikan pelajaran tambahan yang tidak tersedia pada kurikulum reguler, memfasilitasi siswa yang memerlukan pengulangan pelajaran, mendukung kebijakan wajib belajar untuk tingkat SMA di pedesaan.

Bila dipadukan dengan teknologi game, ini akan dapat memajukan pendidikan anak-anak di pedesaan. Mengatasi masalah di SD dan SMP di pedesaan seperti kekurangan staf pengajar dan materi pembelajaran serta metode pembelajaran yang kurang menarik. Pemantauan lingkungan di pedesaan bertujuan untuk meningkatkan produk pertanian dan deteksi dini bencana alam. Pengguna telepon mobile pada tahun 2003 menurut ITU lebih dari 1,1 miliar diperkirakan akan menjadi 3 miliar menjelang tahun 2015.

Di antara pengguna ponsel saat ini, MAS (Multi-antenna signal) processing, termasuk iBurst, telah dioperasikan pada lebih dari 300.000 BS di 17 negara.
dikutip dari www.kompas.com 30 Juni 2009

Wednesday, June 17, 2009

PILPRES 2009

Pilpres tahun 2009 ini bagi saya jadi sangat membingungkan, karna kontestannya kebetulan sama sama orang yang pernah memerintah jadi mereka adalah para pelaku pemerintahan pada jamannya, kemudian pada masing masing kampanye mereka saling mencela kekurangan dan mengklaim keberhasilan. Padahal sebenarnya unsur keberhasilan dan kekeurangan kan sebenarnya hasil kerjasama dari seluruh orang yang terlibat didalam sistem itu, jadi saya jadi bingngung kalau ngliat para capres cawapres berkampanye, siapa yang hebat dan siapa yang lebih hebat, yah mudah mudahan negeri Indonesia Tercinta ini dapat selalu dipimpin oleh pemimpin yang lebih memperhatikan rakyat, bukan sekedar janji atau slogan politik belaka yang terucap disaat kampanye

Monday, February 9, 2009

INTELEKTUAL YANG TERJUAL

Awal Pebruari tahun 2009 muncul kembali demonstrasi dengan alasan demokrasi diiringi dengan anarkisme. Dan sang pelaku demonstrasi katanya mengaku mahasiswa yang notabene par intelektual muda calon calon pemimpin bangsa dan tega membunuh seorang pimpinan lembaga milik bangsa ini juga. Itukah sebuah intelektualitas? demokrasi? yang sudah melanggar aturan, merusak infrastruktur milik lembaga pemerintah yang di beli dengan uang rakyat, dengan alasan memperjuangkan kepentingan rakyat dalam bungkus pemekaran wilayah. Demi pemekaran wilayah mahasiswa yang katanya seorang intelektual cukup menjual intelektualitas dirinya dengan harga sangat murah antara 20.000 sampai 25.000 rupiah.yang lebih menyedihkan lagi penjualan intelektualitas dengan harga murah itu dilakukan dilingkungan kampus yang katanya fungsi kampus untuk mencetak calon calon intelektual muda, tapi kini bertambah fungsinya untuk menjual intelektual.
Janji apa yang sudah diterima para mahasiswa yang sudah menjual murah intelektualitas dirinya bila terbentuk pemekaran wilayah tersebut, apakah mereka dijamin jadi pegawai? atau dijamin mudah mendapatkan pekerjaan? ataukah mereka hanya tertipu oleh segelintir orang yang ingin jadi pejabat bila pemekaran wilayah terjadi. Sebenarnya bila mereka mahasiswa yang memiliki harga diri, intelektual dan memperjuangkan suara rakyat dengan demokrasi, tapi ini sangat bertentangan lagi dengan demokrasi itu sendiri. Merusak, memaksa, sampai membunuh dengan alasan demokrasi, demi uang 25.000 rupiah, sungguh nista.
Akankah hal ini terus berlanjut?
Demonstrasi dengan alasan demokrasi berbungkus anarkisme?
mungkin waktu yang akan menjawabnya...

Sunday, December 7, 2008

Samakah Demokrasi dengan Demonstrasi

Di indonesia saat ini sedang bergulir proses pembelajaran berdemokrasi.
Iklim demokrasi mulai bergulir setelah orde reformasi yang menggantikan orde baru.
pergantian orde baru ke orde reformasi terjadi dengan didukung demonstrasi besar besaran oleh kalangan mahasiswa se Indonesia pada waktu itu. Dan hal itu sudah terjadi 10 tahun yang lalu, dengan konsep demokrasi yang lebih nyata, karna dianggap terjadi pengkebirian demokrasi pada rezim orde baru sehingga kebebasan berpendapat tidak terjadi.
Pada orde reformasi ini memang sudah mulai nampak kebebasan berpendapat, tapi semakin hari kebebasan berpendapat itu semakin melampaui batas dan bahkan cenderung menjadi anarki.
Seharusnya kebebasan berpendapat ini juga memperhatikan dan menghormati pendapat orang lain, tapi yang semakin nampak saat ini adalah kebebasan berpendapat dan memaksa orang lain untuk sependapat, kalau tidak sependapat maka akan terjadi demonstrasi dengan alasan demokrasi.
Bahkan demonstrasi dengan alasan demokrasi ini tidak sedikit yang merusak fasilitas umum, dimana fasilitas itu dibangun dengan uang rakyat. Nah bila fasilitas itu rusak maka pemerintah harus menganggarkan kembali untu perbaikan dimana anggaran tersebut juga dari uang rakyat, padahal demonstrasi yang dilakukan tersebut adalah dengan alasan kepentingan rakyat, rakyat yang manakah yang diwakili?
Kalau kita telaah kejadian-kejadian melalui media masa, mahasiswa berdemonstrasi dijalanan menyebabkan lalulintas macet, kemudian mahasiswa berkelahi antar kampus, bahkan antar jurusan didalam satu kampus, dengan alasan juga demonstrasi demi demokrasi.
Calon kepala Daerah baik tingkat propinsi maupun Kabupaten Kota tidak menerima kekalahan Pilkada sehingga pendukungnya berdemo tiada henti sampai merusak fasilitas umum juga, juga dengan alasan demokrasi.
Semudah itukan orang memaksakan kehendak dengan demonstrasi menggunakan alasan demokrasi, sesederhana itukah sebuah demokrasi?
Apakah demi Demokrasi orang harus melakukan demonstrasi?
Sedangkal itukah pengertian sebuah Demokrasi?
Yang diinginkan rakyat sekarang bukan demonstrasi tapi sebuah demokrasi, sehingga timbul rasa aman dan tentram bukan keresahan dan kekalutan serta rasa ketakutan.
Mungkin hal itu akan terjadi bila orang bisa membedakan arti demonstrasi dan demokrasi
Mungkin juga hal itu akan terjadi bila orang menilai kebebasan tidak kebabablasan.
Tapi kapan itu terjadi?
Kita cuman bisa berdoa mudah mudahan .....................
Allah mengabulkan doa kita.

Wednesday, November 19, 2008

PENDIDIKAN GRATIS

Kembali Pendidikan menjadi pembicaraan yang sangat hangat, apalagi setelah beberapa politikus mengangkat pendidikan gratis ini sebagai salah satu bumbu penyedap di dalam kampanye politiknya.
Tapi bisakah diwujudkan isu pendidikan gratis ini?
Sebenarnya pendidikan gratis ini sudah ada sejak lama, semenjak adanya pendidikan luar sekolah yang kemudian berubah nama pendidikan non formal. Jadi kalau kemudian kaum politikus mengangkat pendidikan gratis ini sebagai pokok program kerjanya adalah menjadi barang yang usang.
Tetapi kemudian menjadi timbul pertanyaan kenapa sampai masyarakat kurang mengetahui adanya pendidikan gratis ini?
Ada beberapa sebab diantaranya adalah kurang tersosialisasikannya program pendidikan non formal ini di masyarakat, atau bisa jadi karna mutu pendidikan non formal ini yang masih dipertanyakan.
Jadi sebenarnya pendidikan gratis ini sudah ada dan jalan yang yang seharusnya ditempuh adalah bagaimana pendidikan non formal ini menjadi benar benar setara baik kualitas hasilnya maupun proses pembelajarannya, sehingga pendidikan non formal ini menjadi pendidikan grastis yang tidak termarjinalkan.
Bahkan pada konsep dasarnya pendidikan non formal ini sejak awal sudah bertumpu ke pendidikan kesetaraan dengan berbasis keterampilan hidup disesuaikan dengan muatan lokal daerah.

oleh: Dwi Sarmulyanto (pemerhati Pendidikan nonformal dan informal)